Selfie, Berdoa di Depan Kakbah Sambil Berfoto

Diposting pada

Tren Jaman Now: Selfie, Berdoa di Depan Kakbah Sambil Berfoto







  Yes  Muslim  – “Tren zaman now, orang-orang yang minta didoain di Mekkah tak cukup memanjatkan doa dan menengadahkan tangan, tapi sudah langsung foto dan dikirim ke Dumai untuk minta dikabulkan harapan dan@permintaanya di depan Ka’bah,” kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis di akun instagramnya @cholilnafis yang dikutip kumparan (kumparan.com), Rabu (29/11).






Status yang dituliskan Kiai Cholil di akun instagramnya itu menggambarkan kondisi kekinian di tanah suci. Orang-orang berbagi kebahagiaan dengan berdoa di depan Kakbah, lalu mengirimkan doa yang sudah ditulis di atas kertas, kemudian difoto dan dikirimkan ke orang yang menitip doa di tanah air.

Cholil dan istrinya tengah berada di tanah suci melaksanakan umrah. kumparan (kumparan.com), mengontak Cholil dan mewawancarai perihal kebiasaan orang-orang sekarang ini di tanah suci.




“Banyak orang, warga sendiri (Indonesia) maupun dari luar, catatan doanya difoto di depan Kakbah lalu difoto dikirim ke tanah air,” kata Cholil.

Kondisi ini bertolak belakang dengan larangan selfie di Masjidil Haram yang dikeluarkan pemerintah Saudi.

“Walaupun ada larangan selfie, ini tidak efektif. Orang tetap bisa selfie dan mengambil video,” tegas dia.

Cholil menceritakan pengalaman dia pada 1993 saat berhaji. Dahulu mereka yang masuk ke Masjidil Haram diperiksa dan tak boleh membawa HP. Tapi zaman berlalu, sekarang HP sudah tak terpisahkan.

“Orang zaman sekarang tidak bisa dipisahkan dengan HP, yang digunakan untuk berkomunikasi janjian dengan temannya atau pasangannya,” tutup dia.



https://kumparan.com/indra-subagja/tren-jaman-now-berdoa-di-depan-kakbah-sambil-berfoto





MUI: Larangan Selfie di Kakbah untuk Menghindari Sifat Riya




Adanya surat edaran dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait larangan mengambil gambar di Masjidil Haram termasuk area Kakbah, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah ditanggapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan positif.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi, mendukung larangan selfie di tempat tersebut karena beberapa hal.

“Larangan selfie di Masjidil Haram dan Nabawi bisa dipahami, hal tersebut untuk menghindari sifat riya atau pamer,” ujar Zainut saat dihubungi kumparan (kumparan.com) melalui sambungan telepon, Kamis (23/11).

Bagi Zainut, menjalankan ibadah umrah ataupun haji harus khusyuk. Selfie saat beribadah menurutnya mengurangi kekhidmatan dalam beribadah.

“Selain untuk menghindari sifat riya, hal tersebut (selfie) akan mengganggu kekhusyukan ibadah orang lain, selain itu dari segi adab hal tersebut dirasa kurang baik” tutur Zainut.

Untuk informasi, pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah mengelurakan surat edaran terkait larangan selfie di dua tempat paling suci bagi umat islam tersebut. Larangan ini ditujukan kepada seluruh negara pengirim jemaah haji dan umrah.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag Mastuki membenarkan adanya surat edaran itu. Setelah ini, Mastuki akan menyampaikan isi dari surat edaran ini kepada penyelenggara haji dan umrah di seluruh Indonesia.

“Larangan ini akan kami follow up dengan sosialisasikan ke Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), asosiasi umrah, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) agar diperhatikan dan menjadi materi yang disampaikan ke jemaah sebelum keberangkatan ke Saudi,” terang Mastuki, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama, Kamis (23/11).


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News
republished by Yes Muslim –  Portal Muslim Terupdate ! 








Sumber : Yes Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *