38 Ormas Islam dan Kepemudaan di Aceh utara Dukung Pemberantasan LGBT

Diposting pada

BANDA ACEH (Arrahmah.com) – Sebanyak 38 ormas Islam dan organisasi kepemudaan menyatakan sikap mendukung Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji, dalam memberantas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Pernyataan sikap itu disampaikan langsung di Aula Tribrata Polres Aceh Utara, Selasa (30/1/2018), lansir portal berita Aceh, portalsatu.com.

Di antaranya ormas tersebut adalah MPU, Tastafi Aceh Utara, RTA, NU, HUDA, KNPI Aceh Utara, FPI, Pemuda Karang Taruna, IKSABA, Forum Geuchik, Forum Pemuda Cinta Syariat dan lainnya.

Pernyataan sikap dan dukungan itu disampaikan melalui orasi dari beberapa perwakilan ormas.

“Masalah LGBT, narkoba dan beberapa hal lain, selama ini kami hanya berani berbicara sedikit-sedikit. Karena kami takut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Namun setelah apa yang dilakukan kapolres, maka kami pun siap berjuang bersama, kami siap berada di belakang kapolres,” ujar Waled Sirajudin, Pimpinan Dayah Abusalam Matangkuli, dalam orasinya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nadhdlatul Ulama (PCNU) Aceh Utara, T Zulfadli H T Ismail mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya bukan tidak bertindak, hanya saja jika santri dan ormas Islam melakukan hal tersebut dikhawatirkan dianggap anarkis.

“Ini sebenarnya bukan tindakan kapolres, tetapi itu bagian dari perwakilan masyarakat Aceh Utara, perwakilan para ulama, perwakilan para santri yang sudah lama terpendam untuk melakukan hal-hal seperti ini. Saat penegak hukum melakukan tindakan, kita harus mendukung penuh dan jangan mengatakan Alhamdulillah saja. Kita selaku perwakilan lintas ormas tidak hanya diam ketika kapolres sudah bekerja,” tutur Zulfadli.

Zulfadli menilai, tindakan yang dilakukan Kapolres Aceh Utara sangat pantas mendapat nilai plus. Pasalnya, Aceh sudah memiliki qanun dan Syariat Islam, tapi baru Aceh Utara yang berani mengambil sikap. Zulfadli juga berharap tindakan ini mendapat dukungan dari kabupaten lainnya di Aceh.

“Aceh sudah diberikan hak penuh untuk mengelola Syariat Islam. Ulama seluruh Aceh di ormas RTA, SADAR dan FPI sudah menghubungi saya kemarin. Mereka siap hadir di belakang kapolres jika dibutuhkan untuk menegakkan Syariat Islam. LGBT tersebut tidak hanya melanggar Syariat Islam, tetapi juga melanggar norma-norma kemanusiaan,” pungkas T. Zulfadli.

(ameera/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *