Banser Nyanyi Saat Sai, Saudi Imbau Jamaah Umrah Jaga Adab

Diposting pada
JAKARTA (Arrahmah.com) – Video jamaah umrah Banser yang sedang menyanyikan lagu Hubbul Wathan dengan suara lantang saat Sai viral di dunia maya.

Rekaman itu diunggah oleh Muhammad Guntur Romli dalam akun Twitter-nya, @GunRomli, Sabtu (24/2/2018).  Tak lupa Guntur menulis caption terkait rekaman tersebut.

“Selain bacaan2 saat Sa’i, Jamaah Sorban (anSOR BANser) jg gelorakan Ya Lal Wathan…Indonesia biladi… Indonesia Negeriku… di Masjidil Haram Mekkah #Umroh999Banser,” tulis Guntur.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Kerajaan Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah as-Shuaibi menegaskan bahwa ibadah Sa’i tidak boleh dicampuri dengan nyanyian atau senandung, meskipun itu lagu kebangsaan, dan siapa pun yang menginjakkan kaki di Tanah Suci harus menjaga adab.

“Kami imbau agar para jamaah fokus ibadah dan menjaga etika,” tegasnya dalam jamuan makan malam bersama ulama di Kediaman Kedubes Saudi Jakarta, Selasa (27/2), lansir Ihram.co.id.

Aparat Kerajaan Saudi menyayangkan kegiatan jamaah umrah tersebut. Aparat Kerajaan Saudi tidak dapat membiarkan adanya aktivitas seperti itu. Sebabnya, jika satu kegiatan macam tersebut dibiarkan, dikhawatirkan semakin meluas dan menimbulkan kegaduhan.

Tanah Suci yang seharusnya tenang untuk beribadah, nantinya menjadi tidak kondusif. “Kami tidak ingin ada kegaduhan, seperti yang kerap dilakukan kelompok syiah zaman dulu,” tandasnya.

Dubes Osama menjelaskan, dulu Kelompok Syiah Qaramithah menghimpun massa untuk menghancurkan al-Haram. Mereka merobek kiswah Ka’bah dan mencuri Hajar Aswad.

“Bayangkan kegaduhan tersebut. Dampaknya begitu besar. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia datang berhaji dan berumrah, ingin mencium Hajar Aswad, tapi tidak ada? 20 tahun batu hitam itu dicuri, hingga akhirnya kini sudah kembali lagi,” Osama menceritakan sejarah penghancuran al-Haram.

Kerajaan Saudi mengimbau seluruh elemen umat Islam sama-sama menjaga keutuhan Tanah Suci. Mereka yang sudah mengikhlaskan dirinya untuk melaksanakan Rukun Islam kelima atau mengerjakan sunnah umrah, harus fokus beribadah. Mereka harus menjaga diri dengan berakhlak mulia.

Sementara pihak Kerajaan akan sekuat tenaga memberikan pelayanan terbaik.

“Doakan kami agar selalu diberikan kekuatan melayani para tamu Allah yang hendak beribadah dalam kekhusyukan,” pungkas Osama.

(ameera/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *