Mantan Kartawan Alexis: “Kami Takkan Pilih Anies Lagi”. Warganet: “Emang Kemarin Nyoblos Anies?”

Diposting pada





Ini Jawaban Telak Netizen Soal Ancaman Karyawan Alexis “Kami Tak Akan Pilih Anies Lagi”




  Yes  Muslim  – Kedatangan 30 personil perempuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dihadang demonstrasi karyawan hotel dan griya pijat Alexis.



Puluhan karyawan yang didominasi pria ini memegang poster yang intinya meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memperhatikan nasib mereka setelah menutup tempat yang diduga sebagai sarang prostitusi itu.”Tolong kami Pak Anies, tolong anak istri kami mau makan apa,” teriak salah

satu pendemo di depan gedung Alexis, Ancol, Jakarta Utara, Kamis 29 Maret 2018.”Kami tidak sedih. Kami dendam sama Anies. Kami tidak akan pilih Anies lagi,” ujar pendemo lain menimpali.

Pernyataan aneh dari pendemo itu membuat warganet heran dan bertanya-tanya. Benarkah mereka kemarin memilih Anies-Sandi? Padahal salah satu janji Anies-Sandi adalah menutup Alexis.

“Gini, Anies waktu kampanye udah ngomong mau nutup Alexis. Masa iya pas pilkada karyawan2 Alexis ini nyoblos Anies sih? Haha” kata Iman Sjafei melalui akun Twitter pribadinya @imanlagi, Jumat 30 Maret 2018

Banyak pengguna Twitter mengamini analisa tersebut.

“Sakit hati yang ga masuk di akal. Jelas2 Anies udah janji nutup Alexis dari jaman kampanye. Mijet mulu si ampe lupa ga nonton berita TV,” kata @hudagaga

“itu karyawan alexis amnesia akut kaya nya 😂 mungkin juga, omongan itu keluar sebagai syarat pesangon/gaji terakhir keluar” kata @echopir

“Itulah. Pertama baca, alis mengernyit nih. Something fishy :D” kata @w1n2017.

dan ini Kabar terbaru : 

 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta tetap mengawasi keberadaan Hotel dan Griya Pijat Alexis, yang telah resmi ditutup pada Selasa 27 Maret 2018. Meski telah ditutup, pengawasan perlu dilakukan untuk memastikan bisnis di hotel itu benar-benar berhenti.

“Nah sampai sekarang Satpol PP masih mengawasi kegiatan yang ada  di sana. Ternyata tidak ada hilir mudik kegiatan, tidak ada lalu lalang mobil. Artinya itikad baik ini harus dikawal,” Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko, di Balai Kota, Kamis 29 Maret 2018.

Menurut Yani, anak buahnya masih berjaga-jaga di sekitar Alexis sejak ditutup. Di sisi lain, pengawasan terhadap hiburan malam tetap digencarkan apabila ditemukan pelanggaran yang tak sesuai dengan Peraturan Daerah atau Perda.

Dasar penertiban itu juga dikuatkan pada penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Parawisata.

“Ada 3 hal dalam Pergub, pertama laporan masyarakat, temuan di lapangan, ketiga dari media. Itu nanti diperiksa oleh tim kevalidannya dari pada laporan itu,” ujar Yani.

Surat keputusan penutupan Alexis dengan mencabut Tanda Daftar Usaha Parawisata (TDUP) kepada PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola sebetulnya telah dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Jumat, 23 Maret 2018.

Dalam surat itu, manajemen diberikan waktu 5 x 24 jam untuk menghentikan operasinya sejak surat dikirim.

Pada Selasa 27 Maret 2018, Anies akhirnya resmi menyampaikan penutupan terhadap Hotel dan Griyat Pijat Alexis di Gedung Balai Kota, Jakarta.

Langkah itu ditempuh, setelah pihaknya mendapat laporan dan pemeriksaan yang lengkap atas semua laporan terjadinya praktik asusila dalam menjalankan usahanya.

“Hari Jumat tanggal 23 Maret 2018 Pemprov DKI Jakarta mengirimkan surat kepada pimpinan PT Grand Ancol Hotel, menyampaikan bahwa sehari sebelumnya tanggal 22 Maret 2018 telah dikeluarkan surat keputusan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata atas nama PT Grand Ancol Hotel yang beralamat di Jalan R E Martadinata nomor 1,” kata Anies. (ren)

Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News
republished by Yes Muslim –  Portal Muslim Terupdate ! 

Sumber : Yes Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *