Warga Thailand Sangat Terkejut Ketika Tahu Muslimin Berpuasa Selama 14 Jam

Diposting pada



Warga Thailand Terkejut Tahu Muslimin Berpuasa 14 Jam

Beda negara, beda keunikannya. Beda pula
tantangannya saat Ramadhan. Tapi di Thailand, tantangan berpuasanya tak
terlalu jauh berbeda dengan di Indonesia.

“Yang paling berat sepertinya melawan rasa malas di diri sendiri,”
ujar  Junaida Astina, warga negara Indonesia (WNI) yang kuliah di
Chulalongkorn University, Nutrition and Dietetics Department, Thailand.
Junaida mengaku, untuk mengatasi tantangan itu, ia harus memaksakan
diri agar tak malas-malasan atau pun tidur-tiduran. Suatu sikap yang
sama bagi sebagian Muslim di Indonesia.

Tentu tetap ada yang berbeda di Thailand. Junaida bercerita, yang
menarik pada tahun ini, di Thailand puasa Ramadhan dimulai tanggal 7
Juni 2016. Sementara di Indonesia pada 6 Juni.

“(Ini) pengalaman pertama beda puasa dengan di Indonesia. Tahun
sebelumnya masih bareng start Ramadhannya,” tutur mahasiswa asal
Tangerang Selatan ini.

Selain itu, menariknya juga, teman-temannya warga negara setempat terkejut atas ibadah Ramadhan yang dijalankan umat Islam.

“Terkejut ketika mereka tahu tentang (aturan) puasa nggak boleh makan
dan minum dari shubuh sampai maghrib,” ungkapnya dalam wawancara jarak
jauh dengan Abidurrahman Sibghatullah, kontributor mancanegara hidayatullah, beberapa waktu lalu.

Di Negeri Seribu Pagoda itu, kata Junaida, ia berpuasa selama sekitar 14 jam. Mulai pukul 04.30-18.44 waktu setempat.

Muslimin di Thailand bersantap jamaah saat Ramadhan. [Foto: Junaida Astina]

Muslimin di Thailand bersantap jamaah saat Ramadhan. [Foto: Junaida Astina]

Riset tentang Ramadhan
 

Junaida bercerita, di kampus tempatnya kuliah terdapat Halal Science
Center. Di sini banyak dilakukan riset tentang makanan halal dengan
teknologi yang maju. Termasuk riset tentang Ramadhan.
“Walaupun penelitinya (dosen) nggak semuanya Muslim, tapi mereka jadi tahu tentang halal food dan Ramadhan. Mereka juga sangat menghormati Muslim di Bangkok (ibukota Thailand),” ujarnya.
Walaupun di Thailand kaum Muslimnya minoritas, tapi alhamdulillah, kata Junaida, masih cukup banyak masjid.

“Masjid-masjid di sini juga menyediakan makan gratis untuk berbuka,
mulai dari (hidangan) takjil sampai hidangan utama (makan berat. Red). Alhamdulillah berkah Ramadhan, bisa hemat (pengeluaran),” ungkapnya terkekeh.

Jumlah umat Islam di Thailand sekitar 20 persen dari total jumlah
penduduknya, kata dia mengutip informasi dari sebuah pengajian di masjid
Indonesia di sana. Negeri Gajah Putih ini dihuni sekitar 65,1 juta jiwa
(tahun 2015, wikipedia).

Bagaimana sikap pemerintah Thailand terhadap kaum Muslim? “Kalau yang
saya rasakan di Bangkok, dukungan pemerintah cukup baik terhadap
Islam,” ungkapnya.

“Alhamdulillah di dekat tempat tinggal saya ada beberapa masjid yang dekat. Jadi cukup jalan kaki sekitar 1-2 km,” tambahnya.

Menurut Junaida, di negara mayoritas Buddha itu terdapat sekitar 3.494 masjid, kebanyakan terletak di Thailand Selatan.

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !




Sumber : Yes Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *